Hemorograd
Minggu, 24 Mei 2015 | 22:01 WIB

Dahlan Tentang TelkomVision : Mengapa Baru Dijual Sekarang?

Rabu, 19 Juni 2013 / telekomunikasi

Jakarta (kabarbumn.com) – Ketika ditanya mengapa PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom)  menjual anak usahanya, TelkomVision,  Menteri BUMN Dahlan Iskan malah menyayangkan mengapa baru sekarang dijual.

Menurutnya , TelkomVision itu perusahaan yang sudah merugi sejak 16 tahun lalu. Jadi kalau dijula dari dulu kerugian Telkom tidak akan terlalu besar.

"Harusnya kalau tujuh tahun sudah merugi, ya jual saja, tidak perlu nunggu sampai 16 tahun kaya sekarang," katanya di Pertamina, Rabu (19/6/2013).

Sebelumnya, Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Arief Yahya menyatakan, bahwa  TelkomVision telah diakuisisi konglomerat kepada konglomerat Chairul Tandjung  (CT),   karena hasil kinerjanya yang tidak sesuai dengan harapan.

Arief juga membantah penjualan TelkomVision ke CT karena ada motif tertentu. Karena menurutnya bukan hanya CT saja yang sebelumnya mengajukan penawaran. “Penjualan tersebut tidak memiliki motif apa pun, kecuali alasan bisnis. Jika  tidak dilepas, hal itu akan membebani keuangan induk usaha.

Hingga akhir 2012, pendapatan TelkomVison mencapai Rp 405 miliar atau naik 56 persen dari akhir 2011 Rp 259 miliar. Meskipun pendapatan naik, hal itu tidak mencerminkan beban-beban yang ada. Misalnya beban operasional yang tinggi sehingga perusahaan merugi. (firman/mon)

 

Dibaca : 716 kali
Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) Pada BUMN
"Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) diadopsi dan diadaptasi dari Malcom Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) yang dikembangkan dan diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat melalui ..."
SIGNUP FOR NEWSLETTER
Workshop Interpretasi kebijakan penyusunan RKAP dan KPI di BUMN dan anak perusahaan BUMN
Teh Walini_2