Hemorograd
Kamis, 25 Desember 2014 | 10:39 WIB

Bank BRI Kucuri Petani Tebu Rp 507 Miliar

Kamis, 07 Maret 2013 / keuangan

Jakarta (Kabaarbumn.com) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk memberikan kredit kepada petani tebu sebesar Rp 507 miliar. Dalam penyaluran ini BRI tidak akan jalan sendiri, melainkan menggandeng BUMN lain yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Menurut Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali, di sini RNI akan berperan sekaligus sebagai penjamin pasar (off taker) dan penjamin kredit (avalis).

“Langkah ini merupakan program untuk meningkatkan potensi Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) khususnya tebu yang sangat besar,” ujar Ali dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama penyaluran pinjaman KKP-E, di Kantor BRI Pusat, Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Dipilihnya RNI, meurut Ali karena perseroan ini memang membina para petani tebu dengan pola kemitraan inti plasman. BRI akan memanfaatkan jaringan pabrik gula RNI yang berlokasi di beberapa tempat seperti Krebet Baru di Malang, Pabrik Rejoagung di Madiun, Pabrik Madukismo di Yogyakarta, Pabrik Candi Baru di Sidoarjo, Pabrik Tersana Baru di Cirebon, Karangsuwung di Cirebon, Sindanglaut di Cirebon, dan Pabrik Jatitujuh di Indramayu Majalengka.

KKPE merupakan kredit investasi atau kredit modal kerja yang diberikan kepada petani, peternak nelayan dan pembudidaya ikan. Program ini diluncurkan dalam rangka mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan dan progran pengembangan tanaman bahan Baku Bahan Bakar Nabati.

Khusus untuk tebu saja, BRI hingga Januari 2013 tahun ini merealisasikan penyaluran kredit senilai Rp 2,64 triliun yang diberikan kepada 1425 debitur. Kredit pembiayaan ini diberikan untuk Masa Tanam Tahun (MTT) 2013-2014, dan MTT 2014-2015.

Sementara untuk total realisasi penyaluran KKPE sendiri  sampai dengan Januari 2013 mencapai Rp 5,93 triliun yang diberikan kepada lebih dari 19 ribu debitur. (mon)

Dibaca : 469 kali
Satyo Fatwan : Membangun Organisasi Yang Great
"Batik tak lagi seperti dulu. Penetapan batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO menimbulkan euforia baru di kalangan masyarakat Indonesia. Baik kalangan menengah-bawah hingga atas ..."
SIGNUP FOR NEWSLETTER
Workshop Interpretasi kebijakan penyusunan RKAP dan KPI di BUMN dan anak perusahaan BUMN
Teh Walini_2