Hemorograd
Jumat, 31 Oktober 2014 | 11:40 WIB

RS Buruh Cakung Dibangun Oktober 2012

Senin, 24 September 2012 / bumn lain
RS Buruh Cakung Dibangun Oktober 2012

Jakarta (KabarBUMN.com) - Kepastian pembangunan rumah sakit buruh di Cakung, Jakarta Timur, terjawab sudah. Rumah sakit tersebut akan dibangun secara patungan oleh tiga BUMN; PT Jamsostek, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), dan PT Asuransi Kesehatan. Rencananya, peletakan batu pertama akan dilakukan pada Oktober 2012 mendatang.

Direktur Utama Jamsostek Elvin G Masassya menjelaskan, pembangunan rumah sakit tersebut memang ditujukan untuk kaum pekerja. Harapannya, setiap pekerja yang sakit akan berobat di rumah sakit khusus tersebut.

"Kita berharap sudah akan beroperasi pada akhir 2013. Kami sangat antusias dalam pembangunan rumah sakit ini," kata Elvin, di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Ide pembangunan rumah sakit buruh ini awalnya datang dari Presiden SBY. Saat itu SBY mempertanyakan mengapa sampai saat ini buruh tidak punya rumah sakit padahal jumlahnya cukup banyak. Kementerian BUMN juga menyambut ide pemerintah tersebut dan langsung diteruskan ke anak usaha terkait.

Menurut Elvin, ide pembuatan rumah sakit buruh ini juga selaras dengan keinginan perseroan untuk membuat rumah sakit khusus buruh. Nantinya, rumah sakit tersebut juga akan diintegrasikan dengan rumah sakit lain. Jamsostek sendiri tengah mempertimbangkan untuk mengakuisisi 80-100 persen saham rumah sakit Pelni di Petamburan Jakarta Barat. Selain itu, Jamsostek juga akan mendirikan 200 poliklinik di Jakarta untuk mendukung keberadaan rumah sakit buruh ini.

"Untuk poliklinik juga dalam proses uji kelayakan dan realisasinya awal tahun 2013," lanjutnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara Raharjo Aryosiswoyo mengatakan, pembangunan rumah sakit ini dalam rangka mewujudkan sinergi antar-BUMN. Sebab, dalam penandatanganan ini terdapat tiga perusahaan BUMN yang saling mengisi.

"Selain itu, juga diperuntukkan sebagai layanan kesehatan bagi para pekerja di wilayah industri Kawasan Berikat Nusantara dan masyarakat umum di sekitar kawasan yang berpenghasilan menengah ke bawah," katanya.

Raharjo mengungkapkan, rumah sakit itu akan dibangun 6 lantai di atas lahan seluas 2,1 hektar milik Kawasan Berikat Nusantara. Untuk manajemen operasionalnya, rumah sakit buruh itu akan menggandeng PT Rumah Sakit Pelni sebagai operatornya. Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp 200 miliar. Acara penandatanganan nota kesepahaman itu disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dahlan menyatakan bahwa pembangunan itu harus cepat dilakukan mengingat kebutuhan akan rumah sakit bagi para buruh sangat mendesak. (Firman/Mon)
 

Dibaca : 554 kali
Workshop 31 Oktober 2014
Satyo Fatwan : Membangun Organisasi Yang Great
"Batik tak lagi seperti dulu. Penetapan batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO menimbulkan euforia baru di kalangan masyarakat Indonesia. Baik kalangan menengah-bawah hingga atas ..."
SIGNUP FOR NEWSLETTER
Workshop Interpretasi kebijakan penyusunan RKAP dan KPI di BUMN dan anak perusahaan BUMN
Teh Walini_2