Hemorograd
Kamis, 23 Oktober 2014 | 06:03 WIB

Mogok Karyawan ACS Memakan Korban

Rabu, 01 Mei 2013 / bumn lain

Jakarta (kabarbumn.com) - Sekitar 2000 karyawan PT Aerofood Catering Service (ACS) yang melakukan mogok kerja pada Selasa (30/4) memakan korban. Zulbahrum  kaaryawan bagian Operation Foreign Airlines meninggal dalam usia ke 48 tahun. Disinyalir terkena serangan jantung saat aksi berlangsung di depan Kantor ACS.

Aksinya yang berjalan lancar tersebut diikuti Zul sejak pagi. Namun, pada 13.00 WIB, Zul pingsan dan tolong rekan-rekannya yang melakukan aksi. Zul yang mengalami sesak napas itu dibawa ke klinik terdekat dan selang satu jam kemudian nyawanya tak tertolong.

Ketua Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Tavip, mengatakan, jenazah Zul yang telah bekerja selama 20 tahun itu dibawa ke rumah duka di Ciracas, Jakarta Timur.

"Kami berduka, kawan-kawan mengiring ke rumah duka. Tapi kami tetap mogok sampai tuntutan dikabulkan," kata rekan Zul, Nanda.

Akibat aksi pemogokan ini, tercatat sampai Selasa pukul 11.00 WIB, pelayanan katering untuk 40 penerbangan tidak terlayani. Untuk Selasa malam, pelayanan katering untuk 50 penerbangan juga tidak bisa dilakukan.

"Ini pemogokan dari cleaning service, koki, hingga asisten manajer," tandasnya.

Seperti informasi sebelumnya, aksi mogok berlangsung sejak Senin (29/4) tengah malam. Perundingan antara manajemen dan OPSI yang mendampingi Serikat Karyawan Sejahtera PT ACS belum menemukan titik temu. Ketua Serikat Karyawan Sejahtera, Parijo, mengatakan para pekerja ini menuntut penetapan tunjangan masa kerja Rp 1,5 juta per tahun, mengembalikan gaji karyawan 18 kali per tahun, menetapkan komponen upah karyawan, dan menetapkan uang transportasi Rp 1 juta per bulan.

"Kami juga menuntut perusahaan memberi penghargaan kepada karyawan yang telah bekerja 30 tahun," tandasnya.

Selain kesejahteraan, para buruh meminta perusahaan melaksanakan runding perjanjian kerja bersama dalam Undang-Undang Tenaga Kerja Nomor 13 Tahun 2003 dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 48 Tahun 2004.

"Kami menuntut karyawan kontrak menjadi permanen dan karyawan yang dimutasi ke anak perusahaan PT ACS," imbuhnya. (firman/mon)

Dibaca : 464 kali
Workshop 31 Oktober 2014
Satyo Fatwan : Membangun Organisasi Yang Great
"Batik tak lagi seperti dulu. Penetapan batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO menimbulkan euforia baru di kalangan masyarakat Indonesia. Baik kalangan menengah-bawah hingga atas ..."
SIGNUP FOR NEWSLETTER
Workshop Interpretasi kebijakan penyusunan RKAP dan KPI di BUMN dan anak perusahaan BUMN
Teh Walini_2