Hemorograd
Minggu, 23 Nopember 2014 | 08:49 WIB

Dahlan Resmikan Semen Gresik Sebagai Semen Indonesia

Senin, 07 Januari 2013 / bumn lain

Jakarta (Kabarbumn.com) – Hari Senin (7/1/2013) Menteri BUMN, Dahlan Iskan akan meresmikan PT Semen Indonesia  Di Gresik Jawa Timur.

PT Semen Indonesia merupakan pergantian nama dari PT Semen Gresik yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada Kamis (20/12/2012) lalu di Hotel Crown Plaza Jakarta. Tujuannya untuk memudahkan penyebutan nama karena sudah menjadi induk perusahaan semen di Indonesia.

Direktur Utama PT Semen Indonesia, Dwi Sucipto menjelaskan, perubahan nama sejalan dengan proses restrukturisasi perseroan untuk menerapkan bentuk holding yang paling ideal sesuai dengan kajian konsultan independen. Sebab, perseroan memilih untuk membuat holding demi mendapat manfaat sinergi grup secara maksimal.

"Nama Semen Indonesia juga bisa meningkatkan kemampuan potensi pemasaran dan pemenangan persaingan." ujarnya.

Selain itu, tambah Dwi, nama Semen Indonesia dipilih karena dapat merefleksikan holding yang lebih besar dan melambangkan ke-Indonesia-an. Juga bisa memayungi anak-anak perusahaan persemenan yang terletak di geografi yang berbeda (Padang, Gresik, Tonasa) maupun rencana-rencana pengembangan pabrik ke depan.  

Pada 1995, Semen Gresik mulai berperan sebagai operating holding. Kemudian pada tahun 2008 perseroan menerapkan functional holding yang meliputi bidang pemasaran, pengadaan, capital project, IT, HR, dan IA serta sinergi di antara 3 perusahaan (Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa). Selanjutnya pada 2012 mulailah strategic holding diimplementasikan, sekaligus melakukan perubahan nama menjadi PT Semen Indonesia.

Produksi semen pada 2012 sebanyak 22,8 juta ton  yang dikontribusi  oleh Semen Padang sekitar 6,5 juta ton, Semen Gresik 11,3 juta ton, dan Semen Tonasa 5 juta. Perusahaan juga tetap mengkaji kemungkinan mengakuisisi perusahaan sejenis, Semen Baturaja.(Firman/mon)
 

Dibaca : 280 kali
Satyo Fatwan : Membangun Organisasi Yang Great
"Batik tak lagi seperti dulu. Penetapan batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO menimbulkan euforia baru di kalangan masyarakat Indonesia. Baik kalangan menengah-bawah hingga atas ..."
SIGNUP FOR NEWSLETTER
Workshop Interpretasi kebijakan penyusunan RKAP dan KPI di BUMN dan anak perusahaan BUMN
Teh Walini_2